Percepat Penurunan Stunting, DKP Tulungagung Berikan Bantuan Kepada 20 Balita di Desa Campurdarat

×

Percepat Penurunan Stunting, DKP Tulungagung Berikan Bantuan Kepada 20 Balita di Desa Campurdarat

Bagikan berita
Kepala DKP Tulungagung Agus Suswantoro (tengah) didampingi Ketua penggerak PKK Desa Campurdarat, Kabid  Kerawanan dan Ketersediaan Pangan Noor Erlin, Sekdes dan Bidan Desa Campurdarat foto bersama dengan sejumlah penerima bantuan.
Kepala DKP Tulungagung Agus Suswantoro (tengah) didampingi Ketua penggerak PKK Desa Campurdarat, Kabid Kerawanan dan Ketersediaan Pangan Noor Erlin, Sekdes dan Bidan Desa Campurdarat foto bersama dengan sejumlah penerima bantuan.

JATIM KONGKRIT.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung melalui Dinas Ketahanan Pangan setempat melakukan sosialisasi dan pembagian intervensi Balita kurang gizi dan Balita Gakin.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung, Agus Suswantoro, S.Sos, M.Si, mengatakan, hal itu dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk mengentaskan masalah gizi buruk dan mempercepat penurunan angka stunting.

Guna mewujudkannya perlu dilakukan langkah-langkah dengan dukungan lintas program, lintas sektor, serta lintas instansi.

"Hal ini merupakan wujud komitmen kita bersama dalam mencapai target nasional, yakni percepatan penurunan stunting, khususnya bagi balita dari keluarga kurang mampu (Gakin)," ucapnya, sesuai menyerahkan bantuan di Balai Desa/Kecamatan Campurdarat, Senin (24/06/2024).

Menurutnya, dengan kerja sama yang kuat dan koordinasi yang efektif antar berbagai pihak, pihaknya berupaya memberikan solusi secara berkelanjutan untuk mengatasi permasalahan stunting khususnya di KabupatenTulungagung.

"Kegiatan ini memiliki peran yang sangat penting dalam upaya penurunan stunting, yang merupakan salah satu prioritas nasional," imbuhnya.

Dikatakannya, Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada balita akibat kekurangan gizi kronis. Tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik anak tetapi juga pada perkembangan kognitif anak-anak.

"Anak yang mengalami stunting memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami keterbatasan dalam kemampuan belajar dan kesehatan yang buruk di masa depan. Oleh karena itu, intervensi berupa pemberian bantuan pangan bergizi sangat krusial untuk memperbaiki status gizi balita dan mencegah dampak jangka panjang dari stunting," terangnya.

Selain itu lanjut Agus, program ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemenuhan gizi seimbang bagi anak-anak, serta mendorong keterlibatan aktif berbagai pihak dalam upaya penurunan stunting.

Melalui kerja sama yang kuat antara berbagai instansi dan sektor, serta dukungan penuh dari masyarakat, maka dapat mencapai tujuan bersama untuk mengurangi angka stunting dan meningkatkan kualitas hidup anak-anak di Kabupaten Tulungagung.

Editor : HERAWATI ELNUR
Bagikan

Berita Terkait
Terkini