"Masa depan bangsa ini sangat bergantung pada generasi muda yang sehat dan cerdas, dan upaya kita hari ini akan menentukan masa depan mereka. Hal ini juga sesuai dengan program pemerintah dalam rangka mewujudkan Indonesia Emas yaitu tahun 2045 mendatang," tandasnya.
Agus menjelaskan, untuk sasaran penerima bantuan di Desa Campurdarat adalah sebanyak 20 anak yang masing-masing anak mendapat bantuan berupa, 3 liter susu UHT, 1 Kilogram Telur dan 1 Kilogram Kacang Ijo serta 1 buah tas.
Bahan pangan tersebut diberikan satu kali dan sangat diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi keluarga penerima.
Pada tahun 2024 ini Dinas Ketahanan Pangan menargetkan untuk memberikan bantuan kepada 402 balita stunting yang tersebar di 20 desa di 9 kecamatan.
Pihaknya optimis bahwa dengan dukungan dari berbagai dinas dan instansi terkait, serta adanya program-program prioritas dapat meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas ekonomi keluarga yang memiliki balita stunting dan program ini tidak hanya fokus pada pemberian bantuan pangan saja, tetapi juga pada peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemenuhan gizi seimbang bagi anak- anak."Masa depan kita sangat tergantung pada aksi dan langkah kolaboratif yang kita lakukan saat ini. Kerja sama yang kuat dan sinergi antara semua pihak adalah kunci untuk mencapai tujuan besar ini. Semoga bantuan ini bisa bermanfaat," pungkasnya.
Sementara itu Ketua penggerak PKK Desa Campurdarat, Umiyati dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan Pemkab Tulungagung melalui Dinas Ketahanan Pangan kepada puluhan balita di desanya.
"Terima kasih kepada Pemkab Tulungagung yang telah peduli dengan warga kami, semoga bantuan ini dapat membawa manfaat," tuturnya.
Editor : HERAWATI ELNUR