Waket DPRD Tulungagung Berharap Prosesi Jamasan Pusaka Tombak Kiai Upas Bisa Dijadikan Sebagai Daya Tarik Wisatawan

×

Waket DPRD Tulungagung Berharap Prosesi Jamasan Pusaka Tombak Kiai Upas Bisa Dijadikan Sebagai Daya Tarik Wisatawan

Bagikan berita
Prosesi jamasan tombak pusaka kanjeng kiai Upas di pendopo Kanjengan Kepatihan (Insert : Ahmad Baharudin Waket DPRD Tulungagung saat diwawancarai awak media)
Prosesi jamasan tombak pusaka kanjeng kiai Upas di pendopo Kanjengan Kepatihan (Insert : Ahmad Baharudin Waket DPRD Tulungagung saat diwawancarai awak media)

KONGKRIT.COM - Pemkab Tulungagung di setiap tahunnya menggelar agenda rutin prosesi jamasan Pusaka Tombak Kanjeng Kiai Upas tepatnya pada setiap Minggu kedua bulan Suro pada penanggalan Jawa.

Melalui agenda rutin tersebut diharapkan bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi sebagian warga Tulungagung.

Selain itu, Tombak pusaka Kanjeng Kiai Upas juga merupakan peninggalan sejarah di masa Kerajaan Mataram Islam dan sudah ditetapkan sebagai pusaka Kabupaten Tulungagung yang hingga kini masih tetap terjaga kesakralannya.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua DPRD Tulungagung, Ahmad Baharudin SM, saat menghadiri prosesi jamasan pusaka tombak kiai Upas bersama Ketua DPRD, Marsono, di Pendopo Kanjengan. Jum'at, (19/7/2024).

Ahmad Baharudin yang juga politisi dari partai Gerindra menyebut prosesi jamasan Pusaka Tombak Kanjeng Kiai Upas, kedepannya bisa lebih banyak melibatkan kelompok kesenian di Kota Marmer.

Menurutnya, melalui kegiatan tersebut sebenarnya dapat membuka peluang untuk menarik wisatawan serta dapat meningkatkan perekonomian Kabupaten Tulungagung.

“Pelaku seni dapat dilibatkan sebelum kegiatan jamasan berlangsung, misalkan dengan diadakannya festival, pameran atau pasar murah. Dan ini nanti tentunya akan menarik wisatawan, sehingga akan bisa meningkatkan perekonomian warga Tulungagung,” ucap Ahmad Baharudin, saat diwawancarai awak media usai prosesi Jamasan.

Ahmad Baharudin yang juga sebagai Ketua DPC Gerindra Tulungagung mengatakan, kegiatan festival ataupun pasar murah tidak akan mengganggu nilai kesakralan saat prosesi jamasan Pusaka Tombak Kanjeng Kiai Upas, karena penyelenggaraannya dilakukan sebelum pelaksanaan jamasan.

“Kegiatan festival atau pameran bisa dilakukan sebelum prosesi jamasan, agar kesakralannya tetap terjaga dan ini sekaligus sebagai upaya untuk menguri-nguri adat budaya kita," ungkapnya.

Dari pantauan awak media, rangkaian kegiatan prosesi jamasan Pusaka Tombak Kanjeng Kiai Upas masih menjadi daya tarik tersendiri bagi sebagian warga Tulungagung.

Editor : Arya Rajo Sampono
Bagikan

Berita Terkait
Terkini