KONGKRIT.COM - Guna menekan angka pengangguran dan mencetak tenaga kerja yang berdaya saing, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur memberikan pendidikan dan pelatihan berbagai jenis keterampilan kerja kepada calon tenaga kerja. Salah satunya yakni melalui program kejuruan otomotif.
Joko Yuniarto selaku instruktur mengatakan pelatihan berbasis kompetensi (PBK). Disnakertrans diselenggarakan dari DBHCHT tahun 2024.
"Jumlah peserta sebanyak 16 orang. Yang mana dalam pelatihan kali ini kami berikan materi sebanyak 17 yang meliputi pengenalan tool, perawatan motor injeksi, stel klep, bongkar pasang cover, kelistrikan dan lain sebagainya," ucap Joko, Rabu (25/09/2024).
"Pelatihan kita lakukan sebanyak 240 JP atau selama satu bulan, itu kalau kita bagi 30 hari ketemunya 8 jam sehari. Namun dikarenakan Sabtu dan Minggu libur maka pelatihan ini membutuhkan waktu satu setengah bulan," imbuhnya.
Menurutnya, setelah selesai mengikuti PBK ini nantinya para peserta pelatihan akan diikutkan ujian kompetensi yang selanjutnya siap dimagangkan.
"Setelah kita berikan materi dasar maka untuk mematangkan para peserta akan mengikuti uji kompetensi melalui LSP yang telah ditunjuk oleh Disnaker, dan setelah dinyatakan lulus kemudian akan diikutkan program pemagangan," lanjutnya.Pihaknya berharap dengan adanya pelatihan semacam ini masyarakat Tulungagung khususnya bagi para pemuda bisa mendapatkan lapangan pekerjaan di dunia industri.
"Kita berharap para peserta yang telah mengikuti pelatihan ini nantinya punya skill atau keahlian sehingga bisa mendapatkan pekerjaan. Bisa membuka bengkel sendiri atau bekerja di dunia industri. Karena kita juga bekerja sama dengan beberapa dealer Honda dan Yamaha maka peserta yang sudah berkompeten juga bisa diterima bekerja di dealer motor tersebut," harapnya.
Sementara itu, Nurohman salah satu peserta pelatihan asal Desa Talang kecamatan Sendang menyampaikan, program PBK yang diadakan oleh Disnakertrans Tulungagung sangatlah bermanfaat untuk para pemuda yang masih belum mempunyai pekerjaan.
"Yang jelas program PBK ini sangat bermanfaat, dengan mengikuti pelatihan ini kami bersama teman teman bisa mendapatkan pengalaman untuk bekal kami nanti bekerja," ungkapnya.
Editor : Arya Rajo Sampono