KONGKRIT.COM - Guna menstabilkan pasokan dan harga pangan, Pemerintah Kabupaten Tulungagung melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) menggelar gerakan pangan murah dan salurkan bantuan pangan kepada ratusan warga di Desa Tugu, Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung.
"Hal ini merupakan salah satu upaya Pemkab Tulungagung untuk menindak lanjuti instruksi Presiden dalam menjaga stabilitas inflasi, terutama di sektor pangan," ucap Pj Bupati Tulungagung Dr., Ir., Heru Suseno, MT., di sela - sela kegiatan penyaluran bantuan pangan cadangan beras Pemerintah tahap 3 tahun 2024 yang bertempat di Balai Desa Tugu, Selasa (20/08/2024).
Dikatakannya, dari jumlah total penerima bantuan di Kabupaten Tulungagung tercatat ada sebanyak 94.427 orang dan di Desa Tugu yakni sebanyak 511 penerima.
"Berapa waktu kemarin harga beras memang sempat mengalami kenaikan, namun kayaknya dengan adanya bantuan pangan dari Pemerintah, kemudian gerakan pangan murah harga beras medium di pasaran saat ini mulai turun menjadi Rp12.450/kilogram yang berarti sudah di bawah HET Rp12.500/kilogram," terangnya.
Begitu juga dengan cabai rawit Heru mengatakan jika saat ini harganya juga sudah mulai turun, dari yang sebelumnya mencapai Rp60.000/kil kini menjadi Rp40.000/kilogram, dan itu menurut Heru berkat adanya upaya pemkab dalam menjaga supaya harga pangan bisa stabil.

"Pemkab Tulungagung dalam hal ini tidak hanya menggelar di Desa Tugu saja, namun sebelumnya juga telah menggelar GPM di wilayah Kecamatan lain yang ada di Tulungagung," imbuhnya.
Ditempat yang sama, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Tulungagung, Agus Suswantoro, S,Sos, mengatakan bahwa selain menggelar GPM di lapangan Desa Tugu, pihaknya juga melaksanakan penyaluran bantuan pangan Pemerintah Pusat dari Badan Pangan Nasional di 2 titik wilayah Kecamatan Sendang yakni di Desa Tugu dan Desa Dono."Jika sebelumnya pada tahap 1 dan 2 untuk bulan Januari sampai Juni 2024 kemarin masing - masing penerima bantuan mendapatkan 10 kilogram per bulannya, namun untuk tahap 3 yakni bulan Juli sampai Desember penerima manfaat hanya menerima 5 kilogram saja per bulannya. Sebenarnya pada tanggal 16 Agustus kemarin penyaluran bantuan untuk bulan Juli dan Agustus untuk semua desa yang ada di Tulungagung sudah terselesaikan dan terakhir hari ini kita laksanakan di Desa Tugu dan Dono, hal ini karena penyaluran bantuan kita gabung dengan kegiatan GPM. Sedangkan untuk penyaluran bulan September dan Oktober akan kita berikan pada bulan Oktober nanti, yang artinya bantuan beras kita berikan 2 bulan sekali yang totalnya sebanyak 10 kilogram," terangnya.
Menurutnya, meskipun pemerintah mengurangi kuantitas bantuan dari 10 kilogram menjadi 5 kilogram, pihaknya optimis gerakan pangan murah dan penyaluran bantuan ini mampu menstabilkan harga pangan di Tulungagung.
Agus menambahkan, Gerakan Pangan Murah tersebut sebagai upaya Pemerintah untuk mengendalikan harga dan memberikan kemudahan bagi warga masyarakat untuk memperoleh bahan pangan pokok berkualitas dengan harga yang murah serta mengendalikan inflasi.
Editor : Arya Rajo Sampono