"Kedepannya, untuk merealisasikan upacara Adat ini dijadikan sebagai wisata budaya, itu harus dikemas dalam bentuk pertunjukan yang menarik. Namun demikian disisi lain ada yang masih meyakini sakralitasnya sehingga kita lakukan prosesi sesuai dengan yang dilakukan oleh pendahulu - pendahulu yang terdahulu, jangan sampai kita salah kedepannya," jelasnya.
"Dan semoga kedepannya bisa mulai dibuka dan dipertontonkan sebagai kalender wisata, tanpa mengubah prosesi," pungkasnya.
Untuk diketahui, prosesi upacara adat jamasan tombak pusaka kiai Upas diawali dengan kirab air suci yang diambil dari sejumlah sumber mata air di Tulungagung.
Kemudian air tersebut diserahkan kepada Pj Bupati Tulungagung, Heru Suseno dan kemudian dimanfaatkan untuk prosesi jamasan.Turut hadir dalam acara tersebut, Ketua DPRD Tulungagung beserta jajaran Forkopimda lainnya, Sekdakab Tulungagung, sejumlah Kepala OPD serta para Camat, Toga, Tomas dan tokoh budaya yang ada di Tulungagung.
Editor : HERAWATI ELNUR