KONGKRIT.COM - Pemkab Tulungagung bersama Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP-UB) menjalin kerjasama melalui program Mahasiswa Masuk Desa (MMD). Kerjasama tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian dalam acara pelepasan MMD yang dilaksanakan di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Selasa (09/07/2024).
Usai meninjau puluhan stand expo Teknologi Pertanian FTP UB di halaman pendopo, Pj Bupati Tulungagung Heru Suseno mengatakan, program MMD dilaksanakan sejak bulan April 2024 lalu, yang mana ratusan mahasiswa/ mahasiswi FTP UB telah melakukan asesmen dan identifikasi di sejumlah Desa/Kelurahan yang ada di wilayah Kabupaten Tulungagung.
"Dari hasil asesmen dan identifikasi kebutuhan di masing-masing desa dan oleh mahasiswa kemudian dijadikan dasar untuk merancang teknologi pertanian di kampusnya dan kemudian alat pertanian yang sudah jadi dibawa lagi ke Tulungagung untuk dihibahkan ke tempat para mahasiswa melaksanakan MMD," ucap Heru.
Heru menambahkan, selanjutnya para mahasiswa FTP UB akan mendampingi masing-masing kelompok tani yang ada di desa untuk mengajarkan bagaimana cara mengoperasikan alat pertanian tersebut.
"Pembuatan alat - alat yang dirancang para mahasiswa ini tidak terlalu mahal tidak sampai 10 juta, tadi saya tanya kepada para mahasiswa biaya pembuatannya paling mahal sekitar 8 jutaan saja," ujarnya.
"Dan jika pihak Desa nantinya mau mencontoh atau membuat replikasi alat - alat pertanian yang sejenis untuk kelompok tani yang lain tentunya sangatlah bisa, karena Pemdes punya dana desa bisa untuk mengembangkan alat tersebut," imbuhnya.Lebih lanjut Heru mengatakan, ini merupakan sebuah inovasi yang bagus dimana semangatnya adalah satu desa satu inovasi.
"Produknya inovatif dan bervariatif, ada alat untuk pertanian, seperti mesin pengering, UMKM, mesin pengolahan kompos dan lain sebagainya, yang jelas alatnya sesuai dengan hasil identifikasi mereka di masing-masing desa. Dan nantinya alat - alat tersebut akan dikembangkan oleh BRIDA Tulungagung," tandasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Riset Daerah (BRIDA) Tulungagung, Adi Prasetiya, mengatakan dalam program MMD tahun 2024 ini diikuti oleh sebanyak 828 mahasiswa/mahasiswi FTP UB yang menyebar di 45 Desa/Kelurahan di wilayah Tulungagung.
Pihaknya berharapdengan adanya program MMD bisa dijadikan sebagai langkah strategis untuk memacu Desa/Kelurahan yang lain dalam hal menstimulasikan warga maupun kelompok tani untuk terus berinovasi.
Editor : Arya Rajo Sampono