KONGKRITJATIM - Tercatat ada 13 Desa di wilayah 8 Kecamatan yang ada di Tulungagung terdampak adanya musim kemarau panjang.
Sehingga hal tersebut mengakibatkan ribuan jiwa terdampak kekeringan.
"Di bulan September ini, jumlah daerah yang terdampak kemarau panjang tercatat ada 13 desa dari 8 kecamatan. Jumlah ini meningkat dibanding bulan Agustus lalu, di mana tercatat hanya 9 desa dari 6 kecamatan yang terdampak," terang Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungagung, Robinson Nadeak, Selasa, 17 September 2024.
Guna menangani permasalahan ini BPBD Tulungagung telah mengirimkan 115 truk tangki air bersih untuk membantu warga yang terdampak.
"Kami telah mengirimkan rata-rata 4 truk tangki berkapasitas 5.000 liter air per hari ke desa-desa yang terdampak, dan saat ini jumlahnya sudah mencapai 115 tangki lebih," ujarnya.
Dijelaskannya, dari hasil pendataan sementara, kekeringan ini telah mempengaruhi 1.653 jiwa dari 584 kepala keluarga (KK), namun angka tersebut kemungkinan akan bertambah seiring pendataan yang masih berlangsung."Desa-Desa yang terdampak kekeringan antara lain Besuki dengan 168 jiwa dari 40 KK,
Joho di Kecamatan Kalidawir dengan 683 jiwa dari 271 KK, Banyuurip dengan 170 jiwa dari 147 KK, serta Kalibatur dengan 362 jiwa dari 147 KK. Data dari desa-desa lainnya masih dalam proses pengumpulan data," jelasnya.
"Menurut perkiraan, jumlah ini akan terus bertambah karena belum semua desa yang terdata," imbuhnya.
Menurutnya, kekeringan terjadi hampir di semua daerah, terutama di kawasan pegunungan selatan Tulungagung, yang secara geografis terdiri dari batuan gunung sehingga mempengaruhi pasokan air tanah selama musim kemarau.
Editor : Hamdan Nabil